Kisah Heroik Pertahanan Terakhir

>> Tuesday, March 1, 2016

Special Forces, dalam blog ini pada hakekatnya tidak hanya membahas mengenai pasukan khusus dengan kualifikasi khusus pula, namun juga beberapa peristiwa sejarah yang memiliki sifat special, sesuatu yang diluar kenormalan, tidak wajar, tidak seimbang, maka akan berlaku sifat khusus yang berarti special. Sejarah mencatat berbagai kisah heroik yang berlaku ketentuan special, berikut penulis akan memaparkan pertempuran special karena ketidak normalan yang terjadi yang jika menggunakan logika sederhana hal tersebut adalah tidak normal atau tidak sesuai nalar. 

  1. CUSTER’S LAST STAND (Pertahanan Terakhir Jenderal Custer) Pertempuran disungai Little Big Horn. 25 - 26 Juni 1876. Pasukan kavaleri pimpinan Jenderal Custer yang berkekuatan diperkirakan sebanyak 600 personel, menghadapi pasukan gabungan dari berbagai suku indian dengan kekuatan sebesar kurang lebih 1.800 prajurit terlatih dengan berbagai jenis senjata, sedangkan pasukan bertahan dari Jenderal Custer memiliki kelemahan dalam hal koordinasi serangan dan taktik serta jumlah personel yang terpecah, yang menyebabkan setiap serangan nampak tidak terencana dan dengan mudah dipatahkan oleh pasukan penyerbu yang memiliki jumlah lebih besar.

    Pasukan Jenderal Custer bergerak pada malam hari dan dipagi harinya tanggal 25 Juni, Kavaleri ke-7 menduduki posisi dekat dengan gunung the Wolf Mountains yang berjarak sekitar 12 mil dari perkemahan suku indian atau disebut juga dengan istilah the Native American, di sepanjang sungai the Little Bighorn River. Custer berencana untuk diam-diam bersembunyi dan menyerang pada pagi keesokan harinya, namun ia memiliki keyakinan bahwa kehadirannya sudah diketahui sehingga unsur pendadakan telah hilang. Custer segera memerintahkan untuk menyerbu perkemahan yang diperkirakan terdapat 8000 suku indian dengan total keseluruhan terdapat 1800 prajurit indian. 

    Custer lalu membagi pasukannya menjadi 4 resimen tempur. Custer sendiri memimpin 210 prajurit. Sedangkan grup lainnya dipimpin oleh Major Marcus Reno, yang dengan cepat terpaksa menarik mundur pasukannya begitu mengetahui kalah kekuatan oleh pasukan dari suku Cheyenne dan suku Sioux yang terkenal tangguh dan tidak mudah menyerah, pasukan Mayor Marcus Reno mengalami korban besar, ketika mereka berusaha mundur untuk kembali kepada kuda-kudanya, para prajurit indian tersebut mengejarnya dengan berkuda dan menarik kembali para tentara kavaleri tersebut dari punggung kudanya dan menembaknya dari jarak dekat. Sedangkan pasukan pimpinan jenderal Custer memasuki perkemahan dari sisi yang lain. Hal ini dengan segera diketahui oleh sebagian besar prajurit dari suku Cheyenne dan Sioux yang segera memutar kembali kuda-kudanya untuk menyerang Custer dan pasukannya yang memaksanya untuk mundur ke dataran pinggir sungai yang lebih tinggi.

    Sementara itu para prajurit dari suku Oglala Sioux, dibawah komando Crazy Horse, melibas pasukan Custer dengan gerakan menerobos dan menghantamnya dengan berbagai serangan anak panah dan tembakan senapan, Custer dengan tergesa-gesa memerintahkan anak buahnya untuk menembaki kuda-kuda prajurit dari suku indian dengan harapan bangkai kuda-kuda tersebut akan membentuk dinding pertahanan, namun sayang hal tersbut membuktikan bukanlah merupakan perlindungan yang tepat, hanya dalam waktu kurang dari sejam seluruh pasukannya tumpas, termasuk Jendral Custer yang gugur bersama pasukannya. Keesokan paginya pasukan kavaleri gabungan dari Jenderal Terry dan Jenderal Gibbon tiba dilokasi dan menemukan hampir seluruh pasukan gugur dengan kondisi tubuh telanjang dan dimutilasi, namun entah kenapa jenazah Jenderal Custer masih utuh. 
  2. PENERBANGAN TERAKHIR PEMBURU BALON DARI ARIZONA, 16 September 1918 Letnan Frank Luke Junior (1897-1918) adalah salah satu dari penerbang tempur dari Angkatan Darat Amerika pada masa Perang Dunia I, selama tiga minggu penugasannya letnan Frank Luke telah berhasil merontokan 14 balon pengamat milik Jerman dan menembak jatuh 4 pesawat tempur Jerman. Pada tahap pertama serbuan sekutu ke Meuse-Argonne di fron barat Lt. Luke terbang sendirian mengarah ke belakang garis pertahanan musuh didaerah dekat Dun-sur-Meuse sebelah tenggara Perancis, sendirian Frank Luke diburu oleh 8 pesawat tempur jerman serta menghadapi tembakan gencar artileri darat ke udara.  
  3.  
  4. Frank Luke sebelumnya berhasil meruntuhkan 3 balon udara pengamat Jerman. Secara mendadak tembakan dari senapan mesin didarat menembus dadanya ketika terbang rendah berputar dan memaksanya untuk mendaratkan pesawat SPAD XIII yang bersayap kembar dilapangan dekat Murvaux. Ketika merendahkan pesawatnya Frank berusaha untuk menghindari tembakan dari enam pesawat tempur Jerman yang mengejarnya. Meski mengalami luka serius Frank Luke berhasil lari menghambur keluar dari pesawatnya dan akhirnya terjerembab sejauh 200 yards. Pasukan Jerman berhasil menemukan dan mengepungnya, perjuangan terakhirnya Frank Luke masih sempat mencabut pistol revolvernya dan menembak beberapa tentara Jerman, namun akhirnya tewas akibat luka tembak didadanya. Aksi herois pilot muda ini adalah masih mampu melakukan perlawanan meski sendirian dengan bersenjatakan pistol.  Letnan. Frank Luke adalah penerbang pertama yang memperoleh  penghargaan tertinggi Medal of Honor, dan akan selalu dikenang sebagai salah satu pilot pemberani dari Amerika.
  5. PERTEMPURAN PASIR PANJANG 13 February 1942, perjuangan pasukan gabungan 1,400 tentara Melayu, Inggris, dan Australia melawan 13,000 bala tentara Jepang untuk mempertahankan Singapore. Pada saat yang kritis, seorang Letnan Melayu Adnan Bin Saidi memimpin 42 orang prajurit berjibaku menyerbu ribuan pasukan Jepang. Hingga akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh bala tentara Jepang. Adnan kemudian disiksa dan dieksekusi karena secara mengejutkan mampu menimbulkan korban besar dipihak Jepang.
    Bersambung ke ..... pertempuran jembatan Arnheim

Read more...

Metode Penyusupan (Insertion Tactics) Pasukan Khusus

>> Tuesday, February 2, 2016

METODE PENYUSUPAN (INSERTION TACTICS)

Taktik penyerbuan pasukan khususke wilayah khusus, tentu berbeda dengan pasukan reguler yang cenderung menggunakan full of force, secara umum perbedaannya ada misi penugasan, kalo pasukan khusus tentunya misi khusus pula yang lebih spesifik sedangkan tentara reguler dengan kekuatan penuh cenderung memiliki tujuan penguasaan suatu wilayah atau pendudukan, kekuatan penuh yang secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
  1. Serbuan amfibi, pendaratan pasukan dengan jumlah besar dengan dilindungi bantuan artileri dari kapal kapal perang, dan pesawat tempur closed air support, yang membuka jalan untuk masuknya pasukan reguler.
  2. Serbuan airborne, melakukan penerjunan dengan jumlah besar yang sebelumnya didahului oleh pemboman, serangan pembuka dari pesawat tempur (biasanya yang memiliki kualifikasi ground support atau close air support) yang menghancurkan sistem pertahanan udara dan darat.
  3.  
     
berbeda dengan pasukan khusus, yang lebih kepada metode melakukan penyusupan dibandingkan dengan melakukan serangan terbuka, hal ini ditentukan oleh tujuan dari misinya:
  1. Misi pembuka jalan, pasukan khusus disini melakukan pengamanan untuk membuka jalan masuknya pasukan reguler dalam melakukan pendaratan, maupun penerjunan, misinya antara lain membersihkan ranjau, menghancurkan sistem pertahanan yang diperkirakan akan menghambat gerak maju pasukan reguler, menyiapkan dan mengamankan lokasi pendaratan, menandai titik titik senjata berat yang akan menjadi target bagi artileri maupun pesawat serang darat, melakukan jamming, bagi radar musuh untuk mengacaukan sistem pertahanannya,
  2.  Misi menghancurkan target yang dianggap vital, seperti gudang amunisi, radar musuh, menandai jalur logistik musuh, reaktor nuklir, pabrik senjata, atau target spesifik lainnya kemudian mengirimkan informasi kepada tim penghancur, bisa dengan memanggil artileri dengan mengirim koordinat, menandainya dengan laser untuk memandu pesawat pembom atau closed air support. 

Read more...

The Elite in Action

>> Saturday, September 7, 2013







Read more...

10 Misi Rahasia pada Perang Dunia 2 yang merubah arah jalannya perang yang jarang dipublikasikan(The Untold Missions)

>> Friday, July 19, 2013

MISI 1 dari 10 Misi Rahasia pada Perang Dunia 2
Perang Dunia kedua, adalah perang terbesar dalam sejarah manusia, perang yang melibatkan jutaan manusia dengan skala yang tidak bisa ditentukan, yang terjadi hampir diseluruh belahan dunia. Namun Perang Dunia II bukanlah perang yang hanya melibatkan beradunya para prajurit dan mesin-mesin tempur dari industri perang semata. 

PD 2 juga memunculkan strategi perang jenis baru yang dioperasikan oleh pasukan khusus yaitu: misi dan operasi rahasia. Meskipun perang ini dilakukan secara tersembunyi namun hasil yang dicapai jika mission accomplished dapat disamakan dengan perang terbuka, yang mampu merubah arah jalannya perang atau bahkan dapat menimbulkan rentetan peristiwa yang berskala masif yang mampu mempengaruhi hal-hal lainnya. Pasukan khusus bertempur dengan penuh keberanian, bergantung kepada kemampuan dan keahlian individu dalam menghadapi bahaya disekitarnya. Sehingga Adol Hitler sendiri memerintahkan untuk mengeksekusi setiap personil komando yang tertangkap, artinya bagi personil komando atau pasukan khusus akan menghadapi bahaya maut jika tertangkap atau menyerah.

Pada masa sekarang munculnya badan-badan intelijen jika ditelusur akan berakar pada pasukan komando Inggris pada masa PD 2 yang dibentuk oleh Perdana Menteri Winston Churchill, dan OSS (Office of Strategic Services) dari Amerika yang dikemudian hari berubah menjadi CIA.

Pasukan Komando Inggris sedang berlatih sebelum diterjunkan digaris belakang musuh


dan dari keseluruhan pasukan khusus yang muncul sekarang merupakan sumber inspirasinya adalah pasukan SAS Inggris yang dibentuk dari medan perang Afrika Utara 1941. Berikut adalah 10 misi yang jarang diungkap ketika berkecamuknya Perang Dunia 2 diterjemahkan dari sumber All About History vol. 1 year 2013.

I. OPERATION PASTORIUS - invasi Nazi ke daratan Amerika
Pelaksanaan operasi adalah Mei - Juni 1942, dengan misi utama melakukan sabotase sasaran yang memiliki nilai ekonomi serta menghalagi pihak Amerika untuk terlibat dalam perang. Target meliputi pembangkit tenaga air (Hydroelectric) di air terjun Niagara, Stasiun Pennsylvania dan Pabrik aluminium di illinois. 


Tanggal 25 Mei 1942, dua kapal selam Nazi U-boat berlayar ke arah daratan Amerika Serikat, dengan tujuan pantai Long Island dan pantai Ponte Vedra di Florida.Masing-masing membawa 4 agen Nazi dengan misi menghancurkan industri dan infrastrtuktur vital Amerika Serikat, diantara mereka terdapat dua orang berkebangsaan Amerika yaitu, Ernst Burger dan Herbert Haupt sisanya yang 6 orang meskipun orang Jerman namun pernah bekerja di Amerika sebelum perang pecah. Delapan agen tersebut membawa serta peledak dengan detonatornya, serta uang 175.000 US Dollar. 

Agen Burger dan agen George John Dasch, memutuskan untuk membelot segera begitu mereka mendarat. Dasch langsung menuju ke Washington DC kemudian menyerahkan diri kepada FBI yang pada mulanya melepaskannya karena dianggap gila, Dasch kemudian menunjukkan uang sebanyak 84.000 $, ia lalu ditahan dan diinterogasi. 
Dua minggu kemudian dua agen lagi berhasil ditangkap dan menghadapi persidangan. Secara keseluruhan delapan agen ini kemudian dijatuhi hukuman mati kursi listrik, termasuk agen Burger dan Dasch, namun kemudian presiden Theodore Roosevelt memberikan keringanan kepada kedua agen tersebut penjara 30 tahun yang kemudian setelah bebas mereka hidup layak. Sedangkan agen yang lainnya dieksekusi dipenjara Washington DC. Ketika perang berakhir presiden Roosevelt memberikan grasi bersyarat kepada Burger dan Dasch yang kemudian memilih kembali ke Jerman.

Operasi Pastorius gagal total bagi Nazi Jerman, tak ada satu targetpun yang berhasil dihancurkan, seluruh agen berhasil diringkus, hanya dua yang selamat itupun setelah presiden Roosevelt sendiri turun tangan..............bersambung berikutnya The Tizard Mission

Read more...

XM25 CDTE Senjata Pembungkam

>> Saturday, July 13, 2013

No Place to Hide... XM 25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement) system, adalah senjata mutakhir yang mampu mengeliminasi lawan dimanapun dia berada, XM 25 saat ini adalah sistem senjata paling canggih didunia, XM 25 jenis senjata semi otomatis pelontar granat, yang mampu melontarkan berbagai jenis amunisi berpeledak sejauh lebih dari 700 meter serta menimbulkan kerusakan masif pada sasarannya. Sehingga XM 25 memiliki julukan sebagai 'the Punisher'


Pada prinsipnya senjata ini adalah pelontar granat portable, yang tidak hanya melontarkan granat semata namun lebih sebagai sebuah sistem persenjataan, bahkan terdapat kontrol yang bisa mengendalikan waktu peledakan dari amunisi yang dilontarkan sehingga meningkatkan akurasi penembakan pada sasaran terpilih. 

Sisi portabilitas dari XM25 adalah bahwa senjata ini sudah dilengkapi dengan in-built ballistic computer (mengatur jangkauan amunisi terkomputerisasi), kompas digital, pengendali pemicu ledakan, environmental sensor array (untuk mengukur medan), laser rangefinder (laser penjejak sasaran), thermal sight 4x (penjejak panas hingga pembesaran 4x zoom, ini untuk mendeteksi personil yang tersembunyi dibalik dinding), semuanya dikemas dalam satu senjata XM25 dengan berat 6,4 kg. Senjata ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan angkatan darat Amerika dan sudah mulai digunakan pada tahun 2012.

Read more...

Close Quarter Battle - CQB

>> Monday, July 8, 2013

Kelahiran pasukan khusus, ditandai karena munculnya perubahan ancaman, kemajuan tehnologi, serta metode meminimalkan jatuhnya korban dipihak sendiri dan berubahnya medan tempur, yang tadinya secara konvesional bertempur disebuah wilayah perbatasan yang cenderung terbuka, kemudian merangsek ke perang kota.(Urban Warfare)
Urban Warfare, tentu memerlukan metode strategi/taktik, yang berbeda, misalnya kita tidak dengan serta merta memanggil bantuan artileri untuk menghancurkan musuh karena jika itu terjadi maka akan menimbulkan kerusakan tambahan (collateral damage), apalagi jika misi utamanya adalah merebut target infrastruktur yang memiliki nilai strategis. Maka pembersihan untuk menguasainya adalah dengan cara bisa dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Taktik seperti ini tentu lebih membutuhkan personel yang memiliki kemampuan lebih dibanding pasukan reguler.

Perang kota, adalah medan yang sempit dan memiliki banyak ruang dan sudut, dimana ancaman bahaya bisa datang dari mana saja.Situasi inilah yang memberikan definisi Pertempuran Jarak Dekat (Close Quarter Battle)
Close Quarter Battle = CQB definisi yang hampir sama namun berbeda dalam aplikasinya adalah CQC = Close Quarter Combat, namun secara historis keduanya berasal dari pertempuran jarak dekat, baik menggunakan senjata maupun tangan kosong.

Terdapat 3 prinsip utama dalam CQB yang dilakukan oleh hampir seluruh operator pasukan khusus diseluruh dunia, yaitu:
  1. Suprise, unsur pendadakan menjadi elemen penting dalam melakukan CQB, oleh karena itu persiapan yang dilakukan memang harus sangat matang, informasi yang dikumpulkan melalui intel harus benar-benar valid terhadap sasaran yang akan dituju, semua informasi terkait harus diverifikasi hingga sedetil mungkin untuk dapat mencapai unsur pendadakan. Hal ini penting, mengingat pasukan khusus bergerak secara minimalis dengan jumlah terbatas serta memanfaatkan kelengahan dan kelemahan pihak lawan seefektif dan seefisien mungkin.
  2. Speed, kecepatan merupakan ciri khas dari serbuan pasukan khusus yang memang memiliki keahlian yang lebih dibanding pasukan reguler, sehingga kecepatan dalam bertindak menjadi elemen yang terkait dengan unsur pendadakan, hal ini untuk meminimalkan pertempuran berubah menjadi skala besar ketika pihak lawan berhasil mendatangkan bala bantuan, serta dengan kecepatan dapat meminimalkan jatuhnya korban bagi operator sendiri, atau sasaran yang dituju, misalnya dalam pembebasan sandera.
  3. Violent of Action, serangan yang sangat keras, unsur penyerangan bersenjata yang bertujuan sesegera mungkin melumpuhkan lawan, akan mempercepat dalam penuntasan misi dan mencegah musuh memanggil bala bantuan, maupun mempersiapkan diri untuk melakukan serangan balik.
Ketiga elemen tersebut menjadi doktrin utama dari operasi pasukan khusus diseluruh dunia, contoh Operation Thunderbolt atau dikalangan yahudi dikenal dengan Operation Jonathan, 4 Juli 1976 pasukan Israel membebaskan sandera yang ditawan dibandara Entebbe Uganda, misi yang dirancang selama 1 minggu diselesaikan dengan hanya 90 menit operasi dengan berhasil membebaskan 102 sandera, 5 personil komando terluka, dan 1 personil tewas yaitu letnan kolonel Yonathan Netanyahu, sedangkan dipihak teroris dari PFLP tewas seluruhnya, 47 tentara Uganda terbunuh, 30 unit pesawat tempur yang terdiri dari MIG-17 dan MIG 21 berhasil dihancurkan.

Read more...

future soldiers

>> Sunday, September 23, 2012


Read more...

MGS foxhound

>> Sunday, February 13, 2011





Read more...

the Elites video games

>> Saturday, June 26, 2010



Read more...

the call of action

>> Sunday, January 3, 2010





Read more...

Action wallpapers










Read more...

Counter Sniper

Kemampuan mendeteksi adanya serangan dari seorang sniper merupakan hal mutlak yang harus dikuasai oleh personel baik reguler maupun satuan khusus, kemampuan ini adalah langkah awal dalam menghadapi sniper lawan (counter sniper) karena menghadapi sniper hanya bisa dilakukan dari dalam artinya orang terdekatnya yang bertindak sebagai observer-lah, karena tugasnya adalah memastikan target yang menjadi sasarannya, memberikan panduan arah angin, bahkan melindunginya dalam menyelesaikan misinya. Pendamping sniper ini sudah tentu sangat mengetahui setiap langkah yang dilakukan rekannya. Namun ini artinya sniper tersebut dikhianati oleh rekannya sendiri tentunya proses ini akan memakan waktu lama dan membutuhkan usaha khusus.

Langkah awal untuk melakukan counter sniper adalah dengan mendeteksi serangan yang mungkin dilakukan oleh sniper, serta kita harus memahami doktrin bertempur sniper itu sendiri, bahwa sniper cenderung beroperasi secara mandiri. Hal-hal berikut adalah indikasi serangan oleh sniper adalah:
  1. Sniper cenderung menembak secara sporadis dengan jeda waktu yang cukup lama antara tembakan pertama dan berikutnya dan cenderung irit peluru. Bahkan sangat mungkin hanya sekali tembakan.
  2. Titik arah tembakan mengarah kepada titik vital tubuh targetnya. Jika salah satu personil dalam sebuah patroli terkena tembakan pada bagian titik vitalnya, maka komandan regu harus mewaspadai bahwa ada sniper yang sedang mengintainya.
  3. Jarak penembakan sniper cenderung pada jarak lebih kurang 400 yard. Namun hal ini juga tergantung pada jenis senapan yang digunakan.
Beberapa parameter berikut dengan memperhatikan perilaku sniper dalam beroperasi yaitu:
  1. Jika ada personil yang memisahkan diri dari unitnya ketika melakukan operasi bisa dipastikan dia adalah sniper.
  2. Sniper menggunakan 'special gear' dalam menjalankan aksinya perhatikan aksesoris yang digunakan dan dibawanya, terutama senjatanya jika terdapat scope, berlaras panjang, dilengkapi peredam (beberapa senapan laras panjang bahkan sudah berperedam dari awal tidak menggunakan model bongkar pasang), perlengkapan lain adalah binocular (teropong), ghillie suit (perlengkapan penyamaran)
  3. Jika sedang melakukan patroli perhatikan dalam peta atau jalur yang harus ditempuh apakah melewati daerah dengan lokasi yang memiliki ketinggian tertentu, sniper cenderung mencari daerah yang lebih tinggi dengan tujuan untuk memudahkan mengawasi targetnya. (entah itu perbukitan, pepohonan tinggi dan lebat, bangunan-bangunan tinggi
Cara mengatasi sniper jika sudah diketahui dari mana arah datangnya tembakan dengan melihat posisi peluru, dari luka tembakan targetnya yaitu dari posisi menghadap terakhir si target ketika terkena tembakan adalah yang paling cepat dengan meminta bantuan tembakan artileri dikoordinat wilayah yang kemungkinan menjadi persembunyian sniper.

Read more...

Military Sniper Vs Police Sniper

>> Saturday, January 2, 2010

Jika dilihat dari sudut pandang kualifikasinya dari persyaratan kemampuan seorang sniper, pada hakekatnya tidaklah berbeda antara sniper militer dengan sniper kepolisian, namun medan tugas yang berbeda tentunya masing-masing memiliki doktrin 'rule of engagement' yang berbeda.

Sniper militer memiliki peran untuk menghambat gerak maju pasukan musuh, mengeliminasi target terpilih dengan tujuan untuk merendahkan moral bertempur, memberikan efek penggetar (deterrent), mengganggu konsentrasi pasukan lawan maupun mengemban tugas melindungi pasukan utama. Target sniper militer jelas adalah kombatan yang mengancam keselamatan diri sendiri maupun pasukan dari unitnya sehingga jelas harus dieliminasi.

Sedangkan sniper polisi, sudah tentu lawan yang dihadapi bisa beragam baik itu warga sipil bersenjata atau teroris dengan kualifikasi kombatan. Pengerahan sniper polisi lebih kepada tugas pengamanan serta menghindari terjadinya 'collateral damage' atau kerusakan tambahan yang mungkin terjadi jika target tidak segera dilumpuhkan. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan adalah bahwa peran sniper polisi lebih kepada melumpuhkan target bukan meng-eliminasinya. sehingga sasaran perkenaan tentu lebih kepada bagian-bagian yang tidak mematikan. Namun dalam kondisi tertentu tembakan mematikan baru dilakukan jika terdapat kemungkinan bahwa jika target membahayakan personel lain maupun warga sipil yang akan menjadi korban terlebih lagi apabila terjadi situasi penyanderaan tentunya adalah keputusan yang sulit untuk tidak melukai atau membunuh sandera. Medan tempur sniper polisi lebih kepada wilayah urban dibandingkan sniper militer. Kesalahan yang mungkin terjadi adalah jika personel sniper polisi bertindak seperti sniper militer yang menganggap bahwa setiap target adalah ancaman yang harus segera dieliminasi. (*ugik013)

Read more...

Top Sniper no-10 US NAVY SEALs Snipers

>> Sunday, December 27, 2009

Seorang penembak runduk ‘sniper’ yang handal mampu menghancurkan moral pasukan lawan dan menghambat gerak majunya dengan hanya melumpuhkan seorang personil yang menjadi posisi kuncinya saja. Tetapi sepuluh orang snipers berikut adalah the best of the best-nya sniper. Diterjemahkan dari the Military Channel's Top Ten Snipers serta dirangkum dari berbagai sumber.

(gambar USS Bainbridge sedang membayangi sekoci dari MV. Maersk Alabama)
Posisi ke-10 adalah NAVY SEALS snipers, cerita bermula ketika terjadi pembajakan di laut Somalia. Kapal Cargo Maersk Alabama yang berusaha dibajak oleh empat orang perompak Somalia diposisi 440 km atau 280 mil dari tenggara pelabuhan utama Somalia. Peristiwa ini merupakan aksi perompakan yang ke-enam kalinya dengan tuntutan hingga 10 juta dollar. Dan Maersk Alabama juga merupakan kapal pertama berbendera Amerika yang berusaha dibajak. Setelah para perompak gagal menguasai kapal Maersk Alabama, karena usaha dari Kepala Mesin Mike Perry yang berhasil mematikan system navigasi dan mesin kapal serta bersembunyi dengan 14 orang awak kapal dilokasi yang aman, para perompak memutuskan untuk menggunakan sekoci kapal untuk menahan sisa dari awak kapal namun Kapten Richard Phillips menyerahkan diri kepada perompak dengan tujuan untuk memastikan keselamatan dari anak buahnya.
Selama berhari-hari para perompak menahan Kapten Phillips diatas sebuah sekoci seraya mencoba melakukan negosiasi dengan pihak AL AS yang segera mengirimkan kapal perangnya USS Baindridge untuk membayangi sekoci tersebut. Hingga akhirnya sekoci tersebut kehabisan bahan bakar dan para perompak bersedia untuk ditarik sekocinya oleh USS Bainbridge. Dan hal itu adalah kesalahan fatal. Situasi ini memberikan kesempatan kepada 3 personel sniper Navy SEAL untuk mengambil posisi di buritan dari kapal USS Bainbridge dengan jarak 75 feet jauhnya dari sekoci perompak.
Mabuk laut dan kelelahan, menjadikan para perompak bersikap lebih agresif. Komandan lapangan mengkhawatirkan keselamatan Kapten yang dalam bahaya dan memberikan lampu hijau untuk mengeliminasi para perompak demi menyelamatkan nyawa kapten Phillip. Para sniper merayap diatas kapal yang bergerak mendekati sasaran yang memenuhi kapal sekoci dan hanya ada satu sekali kesempatan untuk melakukan tindakan yang tepat. Sniper dari pasukan elit SEALs bahkan harus melakukan koreografi tembakan secara simultan untuk menjatuhkan 3 orang perompak tanpa melukai sang Kapten.

Nantikan postingan berikutnya dalam Best Top Ten Sniper, no - 9

Read more...

Special Forces Blog

Blog yang khusus dibuat untuk memberikan pencerahan dan informasi yang berhubungan dengan pasukan khusus, dengan tujuan memperkaya pengetahuan secara online yang dapat dibagi serta sebagai variasi yang akan memperkaya khazanah blog content di Indonesia

  © Blogger templates Ugik013 Thanks to Ourblogtemplates.com Created in 2009

Back to TOP